Jatim
Selasa, 11 Juli 2023 - 21:58 WIB

Seorang Haji Lansia asal Probolinggo Hilang Usai Lempar Jamrah di Mina

Newswire  /  Abdul Jalil  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi ibadah haji. (Freepik.com)

Solopos.com, SURABAYA — Seorang warga asal Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, dilaporkan hilang di Tanah Suci, Arab Saudi, saat menjalankan ibadah haji. Sampai saat ini warga bernama Niron Sunar Suna itu belum ditemukan.

Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya, Husnul Maram, mengatakan identitas anggota jemaah haji yang hilang di Tanah Suci itu bernama Niron Sunar Suna, 77, asal Dusun Barat, RT 006/RW 002, Desa Muneg Kidul, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Warga lanjut usia ini tergabung dalam kelompok terbang 65.

Advertisement

“Beliau dilaporkan hilang sejak tanggal 29 Juni 2023 setelah melakukan lempar jamrah di Mina,” katanya, Selasa (11/7/2023).

Niron terdata berangkat ke Tanah Suci bersama istrinya melalui Embarkasi Surabaya pada 16 Juni 2023.

Advertisement

Niron terdata berangkat ke Tanah Suci bersama istrinya melalui Embarkasi Surabaya pada 16 Juni 2023.

Terakhir kali, ia berpamitan kepada rekan-rekan satu rombongannya untuk berangkat lempar jamrah setelah salat Subuh pada 29 Juni 2023.

“Itu di luar jadwal yang telah ditentukan. Sebenarnya jadwal yang ditetapkan oleh PPIH pada 29 Juni sore pukul 16.30,” katanya yang dikutip dari Antara.

Advertisement

Sejauh ini, kata dia, hasil pencarian hanya menemukan pakaian dan identitas paspor yang ditinggalkan di sekitar tempat pelemparan jamrah pada 5 Juli 2023.

Kemudian pada 8 Juli 2023, petugas menemukan barang-barang milik Nirom, yang telah dikonfirmasi kebenarannya oleh sang istri.

“Kami telah berkomunikasi dengan petugas di Arab Saudi untuk membantu pencarian. Sudah dilakukan pencarian di sekitar Mina, termasuk di rumah sakit. Tapi sampai sampai sekarang masih belum ditemukan,” katanya.

Advertisement

Nirom terdata bukan satu-satunya haji asal Indonesia yang dilaporkan hilang di Tanah Suci. Terdapat dua anggota jemaah lainnya yang dinyatakan hilang, yaitu Idun Rohim asal Palembang kloter 20 dan Suhardi asal Kertajati kloter 10.

Ia menjelaskan jemaah haji asal Indonesia yang dilaporkan hilang saat menjalankan ibadah haji di Arafah maupun Mina semula sebanyak 10 orang. Namun tujuh orang telah berhasil ditemukan. Tinggal tiga orang masih dalam pencarian.

Sementara jemaah haji asal Indonesia yang meninggal dunia di Tanah Suci terdata sebanyak 530 orang. Di antaranya 115 orang dari Debarkasi Surabaya. Terdiri dari 111 orang asal Jawa Timur dan 3 orang asal Nusa Tenggara Timur, demikian Husnul Maram.

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif