Jatim
Selasa, 23 Juni 2020 - 17:00 WIB

Risma Klaim Kasus Covid-19 di Surabaya Menurun, Ini Alasannya

Nyoman Ary Wahyudi  /  Bisnis  /  Adib Muttaqin Asfar  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Warga antre mengikuti rapid test Covid-19 di TPU Ngagel, Surabaya, Jawa Timur, Senin (8/6/2020). (Antara/Didik Suhartono)

Solopos.com, JAKARTA – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan bahwa tren kasus infeksi virus corona penyebab Covid-19 di Surabaya menurun. Risma menyampaikan hal itu dalam dialog Zona Risiko Tinggi: Bagaimana Beradaptasi? yang digelar  Gugus Tugas Penanganan Covid-19, Selasa (23/6/2020).

Risma menyebut tren penurunan kasus virus corona itu berdasarkan rapid test yang digelar di tingkat kampung. Semula, katanya, hasil rapid test 300 orang reaktif, tapi saat ini menurun menjadi 200.

Advertisement

Jadi Zona Hijau Covid-19, Salatiga Malah Tambah 4 Kasus Positif

Klaim kasus Covid-19 di Surabaya yang menurun ini membuat rapid test bergeser dari kampung ke komunitas. Rapid test tak hanya dilakukan di tingkat kampung, tapi juga di pasar, mal, industri, dan tempat ibadah untuk memutus rantai penularan virus corona.

Advertisement

Klaim kasus Covid-19 di Surabaya yang menurun ini membuat rapid test bergeser dari kampung ke komunitas. Rapid test tak hanya dilakukan di tingkat kampung, tapi juga di pasar, mal, industri, dan tempat ibadah untuk memutus rantai penularan virus corona.

Risma menyebut, awalnya Pemkot Surabaya hampir sebulan dibantu Badan Intelijen Negara (BIN) untuk menggelar rapid test virus corona. Kini, seiring dengan tren menurun, BIN sudah tidak lagi menggelar rapid test.

Ini Kondisi Gunung Merapi Setelah Gempa Pacitan

Advertisement

“Kami tetap melakukan rapid test di beberapa tempat melakukan upaya yang cukup tegas. Mulai di kampung, pasar, mal, industri, tempat ibadah, kawasan perdangan, dan transportasi supaya bisa memutus mata rantai penularan ini. Memang berat, kami coba lakukan secara konsisten. Malam juga ada petugas yang piket untuk memantau warga yang tidak menggunakan masker,” tambah Risma.

Getaran Gempa M5,0 Bangkitkan Trauma Gempa Klaten 2006

Jawa Timur

Sementara itu, kasus Covid-19 di Jawa Timur -- termasuk Surabaya -- pada Senin (22/6/2020), sebanyak 9.840 orang. Sedangkan PDP 9.401 orang, dan ODP 27.449 orang. Persentase pasien positif yang sembuh 29,62 persen, dirawat 60,26 persen, dan meninggal 7,56 persen.

Advertisement

Kasus Covid-19 terbanyak di Surabaya 4.711 orang, 1.631 orang sembuh, dan 359 orang meninggal. Kemudian, di Kabupaten Sidoarjo sebanyak 1.220 orang, 196 orang sembuh, dan 97 orang meninggal.

Salatiga Zona Hijau, Tapi Masih Ada 30 Kasus Positif

Di luar Surabaya, jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Gresik sebanyak 483 orang positif, 72 orang sembuh, dan 49 orang meninggal. Selanjutnya, Kabupaten Pasuruan dengan 279 kasus Covid-19, sebanyak 58 orang sembuh, dan 23 orang meninggal.

Advertisement

Di bawah Pasuruan ada Kabupaten Lamongan dengan 224 kasus positif Covid-19 dengan pasien sembuh 82 orang, dan 29 orang meninggal.

Kedapatan Tak Pakai Masker Bareng Puluhan Anak, Ketua KPK: Saya Pakai 3

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif