Jatim
Rabu, 12 Februari 2020 - 13:05 WIB

Pria Madiun Yang Hamili Anak Tiri Terancam 15 Tahun Penjara

Abdul Jalil  /  Kaled Hasby Ashshidiqy  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi pencabulan (JIBI/Solopos/Dok)

Solopos.com, MADIUN -- Pria asal Kabupaten Madiun yang tega mencabuli anak tirinya yang masih SMP hingga hamil terancam di penjara 15 tahun. Aparat Polsek Kebonsari, Kabupaten Madiun, telah menjebloskan pria berinisia HA, 42, itu ke tahanan mapolsek setelah menetapkannya sebagai tersangka.

"Sudah ditetapkan sebagai tersangka karena melanggar UU Perlindungan Anak. Diperkirakan hukuman pidananya 15 tahun," kata Kapolsek Kebonsari, AKP Sunu Budiarto, Rabu (12/2/2020).

Advertisement

Sunu menuturkan tersangka tega mencabuli anak tirinya, PU, yang masih duduk di bangku kelas VIII SMP di Kabupaten Madiun.

Ayah Tiri di Madiun Cabuli Siswi SMP Hingga Hamil dan Melahirkan

Advertisement

Ayah Tiri di Madiun Cabuli Siswi SMP Hingga Hamil dan Melahirkan

Menurut pengakuan tersangka, ia telah menodai anak tirinya itu berkali-berkali dalam rentang waktu sekitar tiga tahun terakhir. Tersangka mulai mencabuli korban sejak kelas VI SD. Hubungan terlarang itu berlanjut saat korban masuk SMP.

Selama ini, tersangka melakukan hubungan badan dengan korban di rumah. Padahal di rumah tersebut masih ada istri dan adik tersangka.

Advertisement

"Kalau pengakuannya, tersangka ini tidak melakukan bujuk rayu. Selain melakukan saat malam, tersangka juga sering mencabuli korban saat istrinya tidak ada di rumah," jelasnya.

KEJAHATAN SEKSUAL : Ditinggal Ibunya, Siswi Ini Diperkosa Ayah Tirinya

Perlakuan bejat HA ini baru diketahui istri tersangka yang juga ibu kandung korban ketika baju yang dikenakan PU tidak muat. Hal ini karena perut korban semakin membesar. Setelah diperiksa ke dokter, ternyata korban hamil.

Advertisement

Ibu kandung korban pun baru mengetahui yang menghamili anaknya adalah suaminya. Ia sempat menutup-nutupi kasus ini. Bahkan sampai mengungsikan korban di rumah neneknya dengan alasan anaknya dihamili temannya.

Kasus ini pun tercium ayah kandung korban. Lantaran tidak terima, ayah kandung korban pun melaporkan kasus ini ke Polsek Kebonsari. Hingga akhirnya kasus ini terbongkar dan tersangka ditahan.

"Tersangka ini bekerja sebagai penjual balon. Kalau ibunya ya ibu rumah tangga. Mereka di rumah tinggal berempat," ujar Kapolsek.

Advertisement

Korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Dolopo. Hal ini karena ada infeksi di bagian rahimya setelah menjalani operasi caesar.

"Bayinya normal dan tidak prematur. Tapi proses lahirnya memang caesar," ujar dia.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif