Jatim
Jumat, 18 Mei 2018 - 23:05 WIB

PLN Jatim Geber Diskon hingga 50% untuk Tambah Daya Listrik

Redaksi Solopos.com  /  Rohmah Ermawati  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

<p><strong>Madiunpos.com, SURABAYA</strong> –&nbsp;<span>Menyambut Ramadan dan Hari Raya Idulfitri 2018</span>, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) (Persero) Distribusi Jawa Timur meluncurkan paket promo <a title="Lowongan Pekerjaan: Proyek Unitisasi Gas JTB Bojonegoro Butuh 6.000 Tenaga Kerja" href="http://madiun.solopos.com/read/20180417/516/910891/lowongan-pekerjaan-proyek-unitisasi-gas-jtb-bojonegoro-butuh-6.000-tenaga-kerja">biaya penyambungan</a> (BP) tambah daya listrik hingga 50% untuk para pelanggan listrik.&nbsp;</p><p>Deputi Manajer Komunikasi dan Bina Lingkungan PLN Distribusi Jawa Timur, Pinto Raharjo, mengatakan promo Gemerlap Ramadhan ini diluncurkan karena biasanya selama momen Ramadan pemakaian listrik masyarakat meningkat.</p><p>"Selama Ramadan, pemakaian listrik masyarakat cenderung meningkat, untuk itu<a title="Begini Cara Pemprov Jatim Siapkan Difabel Masuk Dunia Kerja" href="http://madiun.solopos.com/read/20180426/516/912827/begini-cara-pemprov-jatim-siapkan-difabel-masuk-dunia-kerja"> kami ingin memberikan</a> kenyamanan melalui promo ini, di mana mereka dapat mencukupi kebutuhan daya listrik dengan biaya yang lebih murah,&rdquo; ujarnya dalam rilis yang diterima <em>Bisnis/JIBI</em>, Kamis (17/5/2018).</p><p>Dia menjelaskan promo diskon 50% penyambungan tambah daya listrik tersebut maksimal dengan potongan Rp10 juta.</p><p>Sedangkan rumah ibadah,<a title="500 Warga Kota Madiun Jadi TKI, Mayoritas ART" href="http://madiun.solopos.com/read/20180504/516/914344/500-warga-kota-madiun-jadi-tki-mayoritas-art"> penyambungan tambah</a>&nbsp;daya diberikan secara gratis. Adapun promo tersebut berlangsung mulai 17 Mei sampai 30 Juni 2018.</p><p>"Pelanggan bisa mengajukan tambah daya dengan lebih murah, dan lebih cepat karena waktu penambahan daya (PD) tidak lebih dari 24 jam dan tanpa merubah kWh meter pascabayar menjadi prabayar ataupun sebaliknya," jelas Pinto Raharjo.</p>

Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Kata Kunci :
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif