SOLOPOS.COM - Kondisi jembatan gantung Gladak Perak yang terdampak awan panas guguran, sedangkan di sebelahnya pembangunan jembatan Gladak Perak masih terhenti karena erupsi. (Solopos.com-Antara/Diskominfo Lumajang)

Solopos.com, LUMAJANG — Jembatan gantung Gladak Perak yang menghubungkan dua kecamatan di Kabupaten Lumajang saat ini masih belum dibuka pasca-terdampak erupsi Gunung Semeru yang disertai awan panas guguran pada Minggu (4/12/2022).

Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, mengaku jembatan yang menjadi akses warga Lumajang menuju Malang, Jawa Timur (Jatim) itu saat ini masih ada sisa-sisa material vulkanik erupsi Semeru.

Promosi Tokopedia Jadi e-Commerce Terbaik, Raih Penghargaan BI Awards 2023

“Untuk jembatan gantung Gladak Perak masih belum memungkinkan untuk dijadikan jalur umum karena masih ada bekas longsoran dan jalan bebatuan, yang mengkhawatirkan pengguna jalan,” kata Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, Rabu (7/12/2022).

Jembatan gantung Gladak Perak tersebut terdampak awan panas guguran Gunung Semeru pada Minggu. Sehingga, masih ada material vulkanik dan harus dibersihkan lebih dulu sebelum dibuka untuk umum.

Kendati demikian, lanjut dia, jembatan gantung Gladak Perak saat ini bisa digunakan hanya untuk keadaan darurat saja dan penggunaannya pun harus mendapatkan kawalan dari petugas untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Baca juga: Alat Berat Bersihkan Material Erupsi Gunung Semeru di Sumberwuluh Lumajang

Sedangkan untuk progres pembangunan jembatan Gladak Perak sudah mencapai 95 persen. Namun, karena ada bencana awan panas guguran kembali, maka kemungkinan penyelesaian jembatan itu molor.

Jembatan Gladak Perak yang menjadi akses warga Lumajang menuju Malang hancur akibat awan panas guguran Gunung Semeru saat erupsi pada 4 Desember 2021. Akibatnya, pemerintah pun membuat jembatan gantung Gladak Perak yang saat ini hanya bisa bisa dilalui kendaraan roda dua.

Sementara, untuk akses menuju Pronojiwo lewat Curah Kobokan juga belum dapat diakses karena Dusun Kajar Kuning menjadi daerah paling parah terdampak awan panas guguran Gunung Semeru. “Untuk arah Curah Kobokan, sedang dibuatkan jalur dan saat ini beberapa alat berat sudah berada di Kajar Kuning untuk bisa membuka akses jalan dan bisa digunakan kembali sebagai jalur alternatif ke Pronojiwo,” ujarnya.

Baca juga: Berawal dari Kekesalan Ki Ageng Kutu, Begini Asal-Usul Kesenian Reog Ponorogo

Sebelumnya Gubernur Jawa Timur (Jatim), Khofifah Indar Parawansa, juga mengimbau masyarakat Lumajang yang menuju ke Kabupaten Malang untuk memutar lewat Kabupaten Probolinggo. Hal itu dikarenakan akses melalui jembatan gantung Gladak Perak saat ini masih terdampak awan panas guguran Semeru.

“Masyarakat Lumajang dan masyarakat Malang termasuk warga di Kecamatan Pronojiwo yang akan ke Lumajang, sementara lewat Probolinggo sampai kondisi aman dan memungkinkan untuk bisa dilewati,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya