Jatim
Senin, 14 Juni 2021 - 23:23 WIB

Ngeri, 88 Orang Positif Covid-19 dari Klaster Pernikahan di Madiun

Abdul Jalil  /  Arif Fajar Setiadi  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Warga menjalani tes swab antigen sebagai penelusuran lanjutan klaster pernikahan di Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Senin (14/6/2021). (Solopos.com/Abdul Jalil)

Solopos.com, MADIUN -- Jumlah warga yang terpapar Covid-19 dari klaster pernikahan di Dukuh Bulurejo, Desa Bantengan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, terus bertambah.

Pada Senin (14/6/2021) ini ada tambahan 22 warga yang dinyatakan positif Covid-19 setelah menjalani rapid test antigen. Sebelumnya ada 66 orang yang positif rapid test antigen. Sehingga total jumlah warga yang positif dari klaster tersebut ada 88 orang.

Advertisement

Tambahan 22 warga yang positif Covid-19 dari klaster pernikahan, merupakan keluarga besan atau keluarga pengantin laki-laki. Mereka ini merupakan warga Dukuh Kedungrejo, Desa Mojopurno, Kecamatan Wungu.

Sedangkan 66 orang yang positif sebelumnya merupakan tetangga dan keluarga dari pihak pengantin putri yang ada di Dukuh Bulurejo, Desa Bantengan.

Advertisement

Sedangkan 66 orang yang positif sebelumnya merupakan tetangga dan keluarga dari pihak pengantin putri yang ada di Dukuh Bulurejo, Desa Bantengan.

Baca juga: Tracing Klaster Pernikahan di Madiun, 66 Warga Positif Covid-19, Tracing Diperluas

Kasi Pemerintahan Desa Mojopurno, Evim Nuryawati, mengatakan total warga yang menjalani tes Covid-19 ada 31 orang. Mereka ini merupakan warga yang ikut dalam kegiatan hajatan pernikahan di Dukuh Bulurejo.

Advertisement

Evim menuturkan dari hasil tes GeNose C-19 dan rapid test antigen diketahui ada 22 orang yang terpapar positif Covid-19. Lalu delapan orang dinyatakan negatif.

Baca juga: Ayam Bangkok Dicuri, Pria Ponorogo Naik Motor Kejar Pelaku yang Ternyata Pria Paruh Baya

Sebelumnya, puluhan warga ini mengalami gejala batuk dan pilek. Untuk saat ini, puluhan warga yang positif itu menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Advertisement

Seperti diketahui, muncul klaster pernikahan di Dukuh Bulurejo, Desa Bantengan. Usai kegiatan hajatan, ada sejumlah warga yang mengalami gejala batuk dan pilek. Hingga akhirnya dilakukan rapid test antigen massal. Dari 240 orang yang dites, ada 66 orang yang dinyatakan positif.

 

 

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif