Jatim
Rabu, 9 Februari 2022 - 20:41 WIB

Klaster Covid-19 Muncul di Sekolah, PTM 100% di Madiun Lanjut!

Abdul Jalil  /  Imam Yuda Saputra  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Bupati Madiun, Ahmad Dawami Ragil Saputro, saat diwawancara wartawan, Rabu (9/2/2022). (Abdul Jalil/Madiunpos.com)

Solopos.com, MADIUN — Pemerintah Kabupaten Madiun masih memperbolehkan pembelajaran tatap muka (PTM) 100% di sekolah. Padahal sudah ditemukan klaster penularan Covid-19 di salah satu sekolah di Kabupaten Madiun.

Petugas kesehatan dari Dinkes Kabupaten Madiun menemukan ada 14 siswa di SMAN 1 Mejayan yang terkonfirmasi positif Covid-19. Sebelumnya, ada 53 siswa dan 4 guru yang menjalani rapid test antigen. Hasilnya ada 14 siswa yang terpapar Covid-19.

Advertisement

“Saat ini baru ada satu sekolah yang pelaksanaan PTM dihentikan terlebih dahulu karena ditemukan kasus positif Covid-19,” kata Bupati Madiun, Ahmad Dawami Ragil Saputro, Rabu (9/2/2022).

Baca juga: 3 Sekolah di Madiun Ditutup Gegera Kasus Covid-19, Ini Daftarnya

Bupati yang karib disapa Kaji Mbing itu menyampaikan PTM di SMAN 1 Mejayan sudah beralih ke pembelajaran jarak jauh atau PJJ. Hal ini menyikapi munculnya temuan kasus di sekolah tersebut.

Advertisement

Mengenai kebijakan PTM 100%, dia mempersilakan sekolah untuk menerapkannya. Namun, bagi sekolah yang berada di titik dengan risiko tinggi bisa melakukan PJJ. Meski demikian dia meminta supaya penerapan protokol kesehatan lebih diperketat.

“Jadi PTM masih 100%. Tapi untuk di titik-titik tertentu yang risiko tinggi ya tidak 100%. Sejauh ini baru satu sekolah yang dilaporkan ada penularan,” kata dia.

Saat ini Kabupaten Madiun berada di level 1 PPKM. Ketika kasus Covid-19 semakin meningkat, pemkab akan membatasi PTM.

Advertisement

Baca juga: 1.145 Sekolah di Kabupaten Madiun Gelar PTM 100%, Ini Pesan Bupati

“Saat ini kita antisipasi dulu. Kita pahamkan masyarakat. Kita menggunakan berbasis risiko. Saat ini masih mempertahankan di level 1,” jelasnya.

Untuk penambahan kasus Covid-19 di Kabupaten Madiun per Selasa (8/2/2022) ada 16 orang. Sehingga untuk kasus aktif di Kabupaten Madiun ada 50 orang.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif