SOLOPOS.COM - Ilustrasi penggelapan sepeda motor (JIBI/Solopos/Dok.)

Kejahatan saat Ramadan terjadi pada waktu-waktu tertentu.

Madiunpos.com, SURABAYA – Di masa Ramadan dan jelang Lebaran, giat patroli makin ditingkatkan. Karena, menurut catatan polisi, terjadi pergeseran waktu rawan kejahatan setiap bulan Ramadan.

Promosi Pegadaian Resmikan Masjid Al Hikmah Pekanbaru Wujud Kepedulian Tempat Ibadah

Kabag Ops Polrestabes Surabaya AKBP Raydian Kokrosono mengatakan, waktu rawan pertama adalah dini hari menjelang dan setelah sahur dengan kerawanan petasan, balap liar, dan tawuran.

Waktu rawan kedua adalah menjelang berbuka dengan kerawanan kemacetan dan pencurian dengan kekerasan.

Sementara waktu rawan ketiga adalah saat salat tarawih dengan kerawanan kemacetan dan pencurian. Terkait inilah, polisi menggiatkan patroli khusus selama Ramadan. Metodenya pun juga berbeda.

“Ada 200 mobil patroli yang masing-masing menempatkan diri di titik-titik rawan di Surabaya,” lanjut mantan Kasat Lantas Polrestabes Surabaya ini.

Mobil patroli, ujar Raydian, sebenarnya merupakan kelanjutan dari patroli serupa yang pada siang harinya dilakukan oleh motor dan sepeda angin. Selain ada di titik-titik rawan, motor juga lebih sering mobile karena jumlahnya juga cukup banyak.

“Ada sekitar 500 motor yang berpatroli dan ditempatkan di titik-titik rawan,” kata akpol lulusan 1997 ini.

Sementara untuk sepeda, lebih diperlukan untuk melakukan pengamanan jalan-jalan kampung yang lebih sempit. Dengan sepeda angin pula, polisi bisa lebih akrab dan erat dengan para tokok masyarakat dan warga.

“Kami memaksimalkan penggunaan sarana dan prasarana yang ada. Semua fungsi turut serta dalam kamtibmas ini,” terang Raydian.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya