Jatim
Jumat, 19 Mei 2017 - 17:05 WIB

KEBAKARAN PONOROGO : Pedagang Pasar Songgolangit Desak Pemkab Bangun Pasar Darurat

Redaksi Solopos.com  /  Rohmah Ermawati  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Seorang warga melihat kondisi Pasar Songgolangit pasca-terbakar pekan lalu, Jumat (19/5/2017). (Abdul Jalil/JIBI/Madiunpos.com)

Kebakaran Ponorogo, pedagang Pasar Songgolangit mendesak Pemkab untuk segera membangun pasar darurat.

Madiunpos.com, PONOROGO — Pedagang Pasar Songgolangit mendesak Pemerintah Kabupaten Ponorogo untuk segera membangun pasar darurat. Pasar darurat ini sangat penting supaya pedagang yang lapak dagangannya terbakar bisa kembali berjualan.

Advertisement

Pemkab Ponorogo mendata ada sebanyak 575 pedagang yang kehilangan tempat berjualan akibat bencana kebakaran Pasar Songgolangit pada Minggu (14/5/2017) sekitar pukul 20.00 WIB. Sampai saat ini, sebagian besar pedagang Pasar Songgolangit belum berjualan lagi karena tidak memiliki tempat berjualan.

Seorang pedagang Pasar Songgolangit, Atun, mengatakan sejak kebakaran itu terjadi hingga kini belum berjualan lagi. Seluruh barang dagangan dan kios miliknya ludes terbakar dan kerugian yang dideritanya mencapai Rp30 juta.

Pedagang plastik ini berharap pemerintah segera membangun pasar darurat bagi pedagang Pasar Songgolangit yang menjadi korban kebakaran pekan lalu. Pasar darurat ini sangat penting supaya perekonomian pedagang bisa pulih kembali.

Advertisement

“Seluruh dagangan saya ludes terbakar. Padahal berjualan di pasar menjadi pekerjaan utama saya. Untuk itu, saya meminta pemerintah segera membangun pasar darurat,” jelas dia.

Hal senada juga dikatakan pedagang bumbu dapur, Amah, 65. Dia menuturkan saat ini tidak memiliki kesibukan apa pun, kecuali menunggu kabar baik yang diumumkan pemerintah.

Sejak kebakaran di Pasar Songgolangit lima hari lalu, hampir setiap pagi, Amah selalu datang ke pasar untuk mencari informasi mengenai kelanjutan nasibnya. Dia berharap pemerintah segera membangun pasar darurat untuk tempat berjualan sementara para pedagang.

Advertisement

“Saya sebenarnya mau berjualan lagi. Tapi tidak ada tempatnya. Mau berjualan di eks. pengadilan di samping Pasar Songgolangit juga tidak bisa, karena di sana sudah banyak pedagang,” ujar dia.

Menurut dia, pembangunan pasar darurat ini sangat penting, mengingat sebentar lagi adalah bulan Ramadan dan Lebaran. Pada momen seperti itu, biasanya banyak masyarakat yang ke pasar dan kebutuhan juga meningkat.

“Kalau bisa pasar daruratnya di sekitar Pasar Songgolangit saja, biar mudah. Jangan jauh-jauh, nanti pedagang kesulitan,” kata Amah.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif