Jatim
Selasa, 1 Oktober 2019 - 17:05 WIB

Di Banyuwangi Ada Pedagang Sayur Buru Ibu Hamil Berisiko

Redaksi Solopos.com  /  Kaled Hasby Ashshidiqy  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi ibu hamil (Dailymail.co.uk)

Madiunpos.com, BANYUWANGI — Puskesmas di Kabupaten Banyuwangi memberdayakan para penjual sayur keliling untuk “memburu” ibu-ibu hamil berisiko tinggi agar memeriksakan kesehatan ke fasilitas kesehatan. Ini dilakukan dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

“Sebelumnya kan ada banyak ibu atau anak meninggal dunia karena risiko tinggi. Masalahnya, jarak dari puskesmas ke rumah warga itu jauh. Jadi dibentuk satgas, mulai dari pemburu yang mendata, Laskar Sakinah yang monitor sampai masa nifas selesai, dan petugas medis. Sistemnya jemput bola,” kata Koordinator Pemburu Ibu Hamil Berisiko Tinggi (Bumil Resti) Khusnul Khotimah di Banyuwangi, Selasa, di sela-sela berdagang sayur, seperti dikutip dari Antara.

Advertisement

Baca Juga:

6 Tahun Terakhir, 71 Ibu Melahirkan Di Ponorogo Meninggal

Advertisement

6 Tahun Terakhir, 71 Ibu Melahirkan Di Ponorogo Meninggal

Januari-Maret 2019, 46 Bayi Di Klaten Meninggal Dunia 

Khusnul, yang berusia 47 tahun, sudah tiga tahun menjadi bagian tim Pemburu Bumil Resti. Dia mengoordinasi sembilan orang.

Advertisement

“Tugasnya memburu ibu hamil di pelosok, lalu lapor ke puskesmas. Nanti ada bidan dan sukarelawan dari Laskar Sakinah yang periksa menindaklanjuti laporan kami,” katanya.

Tugas Khusnul dan Pemburu Bumil Resti lainnya sebatas memantau dan mendata ibu hamil berisiko tinggi serta membujuk mereka agar memeriksakan kesehatan ke puskesmas.

Khusnul bertanggung jawab memantau ibu hamil di Dusun Tugung, Desa Jambelwangi, Kecamatan Sempu. Tugasnya, mencari ibu hamil berisiko tinggi, yakni perempuan yang hamil pada usia di atas 35 tahun atau di bawah 20 tahun.

Advertisement

Puskesmas di Banyuwangi memilih memberdayakan penjual sayur keliling sebagai pemantau ibu hamil karena mereka bisa lebih mudah menjangkau warga, khususnya ibu rumah tangga, yang setiap hari berbelanja ke pedagang sayur keliling.

Para penjual sayur keliling yang menjadi bagian tim Pemburu Bumil Resti setiap bulan sekali mendapat pelatihan dari puskesmas.

Laporan mengenai ibu hamil berisiko tinggi dari para penjual sayur selanjutnya akan ditindaklanjuti oleh sukarelawan Laskar Sakinah, yang akan mendampingi ibu hamil berisiko tinggi semasa mengandung, bersalin, hingga nifas serta tenaga medis seperti bidan atau dokter yang akan memeriksa kesehatan mereka.

Advertisement

Upaya pemantauan kondisi ibu hamil berisiko tinggi tersebut ditujukan untuk menekan angka kematian ibu dan bayi di wilayah Banyuwangi.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif