Jatim
Kamis, 27 Januari 2022 - 14:44 WIB

Alas Ketonggo Ngawi, Gerbang Alam Gaib Gunung Lawu?

Chelin Indra Sushmita  /  Latif Ghufron Aula  /  Chelin Indra Sushmita  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Kali Tempur Alas Ketonggo Srigati di Ngawi. (Facebook/ Alas Ketonggo-Srigati)

Solopos.com, NGAWI — Alas Ketonggo di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, merupakan salah satu tempat wingit yang menyimpan segudang misteri. Berdasarkan mitos yang berkembang, hutan ini dipercaya sebagai gerbang alam gaib Gunung Lawu.

Huta ini juga dipercaya sebagai tempt istirahat raja terakhir Majapahit, Prabu Brawijaya V, sebelum bertapa dan moksa di Gunung Lawu. Hal inilah yang mendasari anggapan bahwa hutan itu merupakan pintu gerbang alam gaib menuju Gunung Lawu.

Advertisement

Alas Ketonggo berlokasi di Desa Babadan, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur. Tempat ini merupakan titik kesembilan dari 32 lokasi spiritual petilasan Prabu Brawijaya V. Kabarnya, tempat ini memiliki kekuatan gaib yang paling besar.

Baca juga: Kuliner Lethok, Berawal dari Inisiatif Warga Ngawi pada Masa Penjajahan

Sang raja konon beristirahat di hutan tersebut setelah lari dari Kerajaan Mahapahit karena diserang pasukan Demak di bawah pimpinan Raden Patah dan Walisanga. Waktu itu, Brawijaya V dikisahkan berencana pergi ke puncak Gunung Lawu.

Advertisement

Prabu Brawijaya V kemudian melepas semua artibut kerajaannya berupa jubah, mahkota, serta benda-benda pusaka yang kemudian raib di alas ini. Sang raja kemudian menyucikan diri Kali Tempur, sungai kini lokasinya tak jauh dari suatu punden di Alas Ketonggo.

Dikutip dari jurnal milik mahasiswa Universitas Negeri Surabaya, Francisca Andriani, petilasan Brawijaya V di hutan ini kali pertama ditemukan Kepala Desa Babadan, Somo Darmojo, pada 1963. Petilasan ini berupa punden yang konon terus bertambah tinggi dan berhenti pada waktu-waktu tertentu.

Baca juga: Penasaran? Kira-Kira Ada Apa di Alun-Alun Ngawi Terbesar se-Jawa Timur

Advertisement

Dalam jurnal itu, disebutkan pula bahwa Alas Ketonggo—menurut penduduk setempat—merupakan pusat keraton lelembut atau makhluk halus. Kini, sebagian orang memanfaatkan Alas Ketonggo sebagai tempat bermeditasi.

Dikutip dari laman resmi Pemerintah Kabupaten Ngawi, Ngawikab.go.id, Kamis (26/1/2022), hutan seluas 4.836 m² ini merupakan salah satu destinasi favorit wisatawan luar kota hingga luar negeri seperti Malaysia dan Singapura.

Pengunjung yang datang dari berbagai daerah itu kebanyakan mendatangi Palenggahan Agung Srigati guna melakukan ritual yang biasanya dipimpin sang juru kunci bernama Marji.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif