Jatim
Kamis, 8 Juni 2023 - 22:37 WIB

Ada Insiden 3 Bocah Meninggal, Bupati Trenggalek Tutup Kolam Renang Jwalita

Newswire  /  Abdul Jalil  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin (kanan) saat takziah di salah satu rumah duka bocah korban tenggelam di Kolam renang Tirta Jwalita, di Trenggalek, Kamis (8/6/2023). ANTARA/HO - Prokopim Trenggalek

Solopos.com, TRENGGALEK — Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, dengan tegas menutup Kolam Renang Tirta Jwalita. Kolam renang yang merupakan salah satu unit usaha milik badan usaha milik pemerintah daerah (BUMD) itu ditutup setelah ada peristiwa tragis kecelakaan air yang menyebabkan tiga anak meninggal dunia karena tenggelam.

Peristiwa tragis itu terjadi pada Minggu (4/6/2023). Tiga bocah yang tenggelam dan meninggal di Kolam Renang Tirta Jwalita itu berinisial MFA, 9; MZ, 10; dan B, 9. Ketiga bocah ini merupakan warga Kelurahan Kelutan, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Advertisement

“Saya minta [Kolam Renang] Jwalita ditutup sampai ada perbaikan aset dan manajemen,” tegas bupati seusai menyambangi rumah duka keluarga korban tenggelam di Trenggalek, Kamis (8/6/2023).

Bupati yang akrab disapa Mas Ipin ini mengaku sangat menyesalkan kejadian tragis ini terjadi. Menurut dia, insiden tersebut bisa dihindari apabila pengelola Kolam Renang Tirta Jwalita menerapkan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan yang baik.

Advertisement

Bupati yang akrab disapa Mas Ipin ini mengaku sangat menyesalkan kejadian tragis ini terjadi. Menurut dia, insiden tersebut bisa dihindari apabila pengelola Kolam Renang Tirta Jwalita menerapkan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan yang baik.

“Secara SOP kita mengutamakan keselamatan di semua tempat pariwisata. Buktinya dari setiap tiket kita sudah sediakan asuransi, meskipun tidak ada yang berharap satu pun musibah,” katanya.

Mewakili pemerintah maupun secara pribadi, Mas Ipin meminta maaf kepada pihak keluarga korban karena insiden itu terjadi di aset milik pemerintah daerah.

Advertisement

“Kita kerja sama dengan Jasa Raharja, untuk asuransi sedang dalam kepengurusan. Mewakili pemerintah maupun pribadi, saya mengucapkan rasa belasungkawa kepada keluarga korban,” katanya.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Trenggalek Sunyoto mengatakan selain di Tirta Jwalita, peningkatan standar keamanan juga dilakukan pada destinasi wisata lainnya.

“Fokusnya di Tirta Jwalita, namun tidak menutup kemungkinan pada destinasi wisata lainnya karena kalau berbicara destinasi itu menyeluruh,” ujarnya.

Advertisement

Sunyoto mengakui standar keselamatan pengunjung di kolam renang itu perlu ditingkatkan. Misalnya, soal fasilitas untuk pertolongan pertama jika terjadi insiden.

Untuk itu, hasil evaluasi dari manajemen, sarana, SDM hingga sarpras penunjangnya bakal dijadikan rujukan untuk perbaikan.

“Kita lakukan perbaikan dan tidak akan membukanya sebelum ada perbaikan ke arah yang lebih baik,” katanya.

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif