Jatim
Rabu, 14 Juni 2017 - 21:05 WIB

4 Bulan, 59 Warga Kota Kediri Terdeteksi Idap HIV/AIDS

Redaksi Solopos.com  /  Rohmah Ermawati  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi HIV/AIDS (JIBI/Solopos/Dok.)

Penderita HIV/AIDS di Kediri meningkat dari tahun ke tahun.

Madiunpos.com, KEDIRI — Sebanyak 910 warga Kota Kediri terdeteksi mengidap Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) sejak 2003 hingga April 2017.

Advertisement

“Temuan terus meningkat dari tahun ke tahun. Temuan intensif sejak 2003 hingga kini sudah 910 orang, di mana sejak Januari hingga April 2017 sudah mencapai 59 orang,” kata Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Kediri Suhartono di Kediri, Rabu (14/6/2017).

Dia mengatakan jumlah temuan pada 2017 juga cukup banyak. Salah satunya dipengaruhi dari partisipasi aktif para kader, seluruh satuan kerja, puskesmas, KPAD, hingga dari penderita sendiri.

Advertisement

Dia mengatakan jumlah temuan pada 2017 juga cukup banyak. Salah satunya dipengaruhi dari partisipasi aktif para kader, seluruh satuan kerja, puskesmas, KPAD, hingga dari penderita sendiri.

Menurut Suhartono, pemerintah membuka peluang untuk pemeriksaan dini HIV/AIDS yang bisa dilakukan di fasilitas kesehatan milik pemerintah, termasuk di puskesmas wilayah Kota Kediri.

Rata-rata, kata dia, saat ditemukan yang bersangkutan masih terdeteksi terkena HIV. Namun, jika yang bersangkutan mempunyai penyakit sertaan, sakitnya bisa tambah parah dan menjadi AIDS.

Advertisement

Menurut dia, dari ratusan orang yang memeriksakan diri di klinik kesehatan dan terdeteksi terkena HIV/AIDS, dari beragam latar belakang atau profesi.

“Dari informasi yang kami terima, yang terbesar adalah pembeli jasa seksual, wiraswasta. Bahkan, ibu rumah tangga juga besar, tapi secara angka dinas kesehatan yang mengerti,” ujar dia.

Dia berharap partisipasi aktif masyarakat dengan mewaspadai HIV/AIDS lebih meningkat. KPAD dengan seluruh elemen masyarakat juga menjalin kerjasama untuk mewaspadai penyebaran penyakit tersebut.

Advertisement

Hingga kini, obat untuk menyembuhkan penyakit tersebut belum ditemukan, yang ada hanyalah obat untuk membantu memperlambat pertumbuhan virus. “Semakin dini ditemukan, semakin besar upaya untuk segera ditangani,” kata Suhartono.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kota Kediri Rizal Amin mengemukakan jumlah temuan kasus di Kediri memang terus meningkat setiap tahun.

Usia mereka yang terkena HIV/AIDS juga beragam. Namun, mayoritas berusia produktif, yaitu 25-34 tahun. Sedangkan, kasus anak-anak, yang tertular dari ibunya pada rentang usia antara 0-4 tahun.

Advertisement

“Mayoritas yang terkena usianya produktif. Kami terus intensif sosialisasi. Dengan semakin dini ditemukan, harapan untuk tidak menjadikan penyakit itu dari HIV ke AIDS juga bisa dicegah,” kata Rizal.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif